Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein! Ketika Mata Kering Hampir Mengganggu Momen Penting

Ada satu hal yang sering saya katakan kepada para orang tua saat mengisi workshop parenting di sekolah: kita sebagai orang tua sering kali terlalu sibuk memperhatikan kondisi anak, sampai lupa memperhatikan diri sendiri. Padahal, kalau tubuh mulai memberikan sinyal, sekecil apa pun itu, sebaiknya jangan langsung dianggap sepele.

Saya, Bunda Vivi, sebagai praktisi parenting sekaligus konten kreator kuliner, cukup sering menjalani hari dengan aktivitas yang padat. Pagi bisa mengisi kegiatan bersama wali murid, siang berdiskusi dengan pihak sekolah, sore membuat konten, dan malam masih harus mengedit foto atau video. Belum lagi kalau ada momen bersama keluarga yang sudah lama dinantikan.

Salah satu pengalaman yang cukup membekas bagi saya terjadi ketika saya dan keluarga akhirnya memiliki kesempatan menikmati waktu bersama setelah beberapa hari dipenuhi kesibukan. Kami sudah merencanakan momen itu cukup lama. Tidak harus pergi jauh atau melakukan sesuatu yang mewah. Bagi saya, bisa duduk bersama, menikmati makanan favorit, mengobrol tanpa terburu-buru, lalu mengabadikannya dalam beberapa foto saja sudah terasa istimewa.

Sebagai konten kreator kuliner, tentu saja kamera dan ponsel hampir selalu menjadi teman perjalanan. Saat itu saya sedang sibuk mengambil gambar makanan, merekam video pendek, sekaligus memastikan hasil fotonya bagus. Tanpa terasa, saya cukup lama menatap layar ponsel dan kamera.

Di situlah saya mulai merasakan sesuatu yang awalnya saya pikir biasa saja. Mata terasa sepet, kemudian perlahan terasa perih dan cepat lelah. Saya masih bisa beraktivitas, tetapi rasanya seperti ada yang mengganjal. Saya sempat berpikir, “Ah, paling cuma karena terlalu lama melihat layar.”

Ternyata justru pemikiran seperti itulah yang membuat kita sering menyepelekan gejala kecil.

Ketika Mata SePeLe Mulai Mengganggu Momen Berharga

Saya baru menyadari bahwa mata kering memang bisa muncul di tengah aktivitas yang sebenarnya menyenangkan. Ketika kita terlalu fokus mengambil foto, membaca sesuatu, mengedit video, atau menatap layar, kita bisa lupa berkedip secara teratur. Padahal, terlalu jarang berkedip dapat meningkatkan penguapan air mata dan memicu gejala mata kering.

Bagi saya, dampaknya cukup terasa. Momen yang seharusnya saya nikmati dengan santai justru sempat terganggu karena saya harus beberapa kali mengalihkan pandangan dari layar. Mata terasa tidak nyaman dan saya mulai kehilangan fokus untuk mengambil gambar.

Di sinilah saya belajar bahwa “SePeLe” bukan berarti boleh disepelekan. Mata SEpet, PErih, atau LElah mungkin terdengar seperti keluhan ringan. Namun ketika muncul berulang atau mengganggu aktivitas, tubuh sebenarnya sedang meminta perhatian.

Apalagi bagi seorang ibu yang aktivitasnya tidak pernah benar-benar berhenti. Kita sering berkata, “Nanti saja istirahatnya.” Anak belum selesai diurus, pekerjaan belum selesai, konten belum selesai, pesan WhatsApp belum dibalas. Akhirnya, kebutuhan diri sendiri selalu berada di urutan terakhir.

Padahal mata juga membutuhkan jeda.

Sejak pengalaman itu, saya mulai lebih sadar untuk tidak terus-menerus menatap layar. Kalau sedang membuat konten, saya berusaha menyempatkan diri mengalihkan pandangan dari layar, berkedip lebih sering, dan memberikan waktu istirahat untuk mata. Saya juga berusaha tidak berada terlalu lama di ruangan ber-AC tanpa jeda karena lingkungan ber-AC dapat berkontribusi terhadap mata kering.

Dan yang paling penting, saya tidak lagi menunggu sampai mata terasa benar-benar tidak nyaman.

Gejala Mata Sepet Perih Lelah Pakai Insto Solusinya

Menemukan Insto Dry Eyes dan Belajar Lebih Peduli pada Mata

Dari pengalaman tersebut, saya kemudian mengenal INSTO DRY EYES. Awalnya saya mengenal Insto sebagai obat tetes mata yang cukup familiar. Namun ternyata ada varian khusus untuk membantu mengatasi gejala mata kering.

Insto Dry Eyes mengandung hydroxypropyl methylcellulose yang bekerja memberikan efek pelumas seperti air mata. Produk ini digunakan untuk membantu mengatasi gejala kekeringan pada mata dan meringankan iritasi akibat kekurangan produksi air mata.

Saat mata mulai terasa sepet dan tidak nyaman setelah terlalu lama beraktivitas, saya menggunakannya sesuai aturan pakai. Bagi saya, pengalaman menggunakan tetes mata ini menjadi salah satu bagian dari kebiasaan baru untuk lebih peduli terhadap kondisi mata.

Tentu, tetes mata bukan berarti alasan untuk terus memaksa mata bekerja tanpa istirahat. Justru pengalaman tersebut mengingatkan saya bahwa menjaga mata membutuhkan kebiasaan sehari-hari. Berhenti sejenak dari layar, berkedip lebih sering, menjaga kelembapan ruangan, cukup minum, dan memberikan waktu bagi mata untuk beristirahat tetap penting dilakukan.

Saya juga semakin memahami bahwa setiap aktivitas punya konsekuensi kalau dilakukan berlebihan. Memasak dan membuat konten kuliner, misalnya, membuat saya sering berpindah dari dapur ke depan kamera, kemudian lanjut mengedit foto dan video. Aktivitas parenting juga menuntut saya banyak membaca, berdiskusi, dan menggunakan perangkat digital.

Karena itu sekarang saya selalu mengingatkan diri sendiri: jangan menunggu mata “protes” baru kita peduli.

Bagi saya, menjaga mata bukan sekadar soal kesehatan, tetapi juga soal menjaga kesempatan untuk menikmati momen-momen penting bersama orang-orang yang kita sayangi. Saya masih ingin membaca buku bersama anak, mendampingi mereka belajar, membuat konten kuliner, mengisi workshop parenting, dan tentu saja mengabadikan banyak cerita keluarga lewat kamera.

Momen yang sudah lama dinantikan jangan sampai terganggu hanya karena kita menganggap keluhan kecil sebagai sesuatu yang biasa.

Jadi, kalau suatu hari mata mulai terasa sepet, perih, atau cepat lelah, jangan buru-buru bilang, “Ah, cuma sepele.” Ingat saja kampanye yang menurut saya sangat relevan ini: #InstoDryEyes #BebasMataKering #MataSePeLeJanganSepelein.

Kemasan baru Insto Dry Eyes

Karena mata mungkin hanya meminta kita berhenti sebentar. Dan berhenti sebentar hari ini bisa membuat kita tetap mampu menikmati lebih banyak momen indah di hari-hari berikutnya.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai gejala mata kering dan produknya, saya juga menyarankan untuk membaca informasi resmi INSTO DRY EYES. Kalau mata mulai terasa tidak nyaman, Mata Kering Jangan Disepelein. Dengarkan sinyal tubuh dan jangan tunggu sampai keluhan kecil benar-benar mengganggu aktivitas yang kita sayangi.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *